Written on
13 Oktober 2009 – 19:45 | by gurumatematikasmp1serang
Instrumen Kompentensi Guru
1. Jika anda akan mengajarkan materi Aritmatika sosial, strategi atau model pembelajaran apa yang menurut anda paling tepat digunakan? Berikan alasannya!
Jawab:
Menurut kami Model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi Aritmatika adalah Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Karena dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa akan lebih memahami matematika sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan. Siswa juga akan merasa lebih bermakna dalam belajar matematika.
2. Sebutkan alat peraga matematika SMP dan materi yang dapat di jelaskan dengan bantuan alat peraga tersebut!
Jawab :
Cermin. Alat peraga materi transformasi
Uang logam, dadu. Alat peraga materi peluang
Benda-benda yang berhubungan dengan bangun ruang
3. Perangkat apa saja yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan bantuan komputer?
Jawab:
Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan bantuan komputer dapat menggunakan perangkat komputer berupa software atupun perangkat intinya yaitu biasa disebut hardware dan biasa juga menggunakan infokus untuk mempresentasikannya. Untuk perangkat software yang kita siapkan harus berdasarkan materi apa yang akan kita sajikan. Software yang dimaksud biasanya berupa CD pembelajaran atau materi dari komputer yang telah dibuat guru/dosen. Dan setiap materi memiliki CD atau data pembelajaran yang berbeda-beda.
4. Bagaimana cara Anda dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa?
Jawab :
Cara menilai hasil belajar siswa adalah dengan suatu evaluasi di akhir pembelajaran, yakni dengan memberikan suatu test untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat mengikuti pembelajaran yang telah diberikan oleh guru. Dengan demikian seorang pendidik bisa mengetahui hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didiknya dan guru tersebut dapat mengetahui segala kekurangan pada pembelajaran yang telah dilakukannya.
5. Bilamana anda menerapkan pembelajaran kontekstual, langkah langkah apa saja yang akan anda lakukan?
Jawab:
Pembelajaran kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.
Kita akan mengambil satu contoh pembelajaran kontekstual dengan model pembelajaran kooperatif. Langkah langkahnya sebagai berikut:
Fase-1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Fase-2. Menyajikan informasi
Fase-3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
Fase-4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Fase-5. Evaluasi
Fase-6. Memberikan penghargaan
6. Dalam proses pembuktian suatu sifat, teori, atau dalil, dikenal dengan dua jenis pembuktian yaitu induktif dan deduktif. Bagaimana proses kedua pembuktian tersebut dalam matematika? Apa kelebihan dan kekurangan masing – masing ?
Jawab :
Pembuktian suatu sifat, teori, atau dalil dengan cara pembuktian induktif maksudnya harus ada sebuah penjabaran atau kasus terlebih dahulu yang berkaitan dengan sifat, teori, atau dalil tersebut yang kemudian nantinya didapat sebuah kesimpulan berupa hal yang lebih umum mencakup penjabaran – penjabarab tadi.
Sedangkan pembuktian dengan deduktif adalah jika sebuah sifat, teori, atau dalil yang bersifat umum ingin dibuktikan kebenarannya, maka haruslah dilakukan proses pembuktian dari hal yang mum tadi.
Kekurangan dan kelebihan :
• Pembuktian induktif : Sulit dilakukan oleh siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Karena pembuktian induktif menuntut seseorang untuk selalu bepikir abstrak.
• Pembuktian deduktif : Pembuktian – pembuktian yang dipakai biasanya hanya berupa contoh – contoh kasus, tidak lebih mengspesifikasikan terhadap hal dasar adanya Dalil yang muncul.
7. Bagaimana cara anda membuat pembelajaran matematika secara bermakna?
Jawab:
Menurut kami hal yang dapat kita lakukan agar membuat pembelajaran matematika secara bermakna adalah berusaha menciptakan iklim proses pembelajaran berlansung alamiah dengan membuat siswa terlibat aktif, dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Jadi dalam hal ini strategi pembelajaran yang akan digunakan oleh guru lebih dipentingkan daripada hasil.
8. Tuliskan materi/prasyarat yang diperlukan agar siswa dapat mengerjakan soal dibawah ini, kemudian kerjakan soal tersebut!

Jika ABD = 25º, berapakah BCD?
Jawab:
Untuk mengerjakan soal seperti ini, siswa harus mengetahui materi-materi tentang:
Unsur-unsur lingkaran
• jari-jari
• diameter
• busur kecil/pendek dan busur besar/panjang
• tali busur
• juring lingkaran (sektor)
• tembereng
Hubungan antar unsur-unsur lingkaran
Sudut pusat dan sudut keliling
• pengertian sudut pusat dan sudut keliling
• sifat-sifat sudut pusat dan sudut keliling.
Segitiga dalam lingkaran
Penyelesaian :

Dari sifat ”Setiap sudut keliling yang menghadap (berdiri) pada setengah lingkaran, besarnya sama dengan sudut siku-siku (setengah sudut lurus)”.
Diperoleh:
ACB = 90o
Dari sifat ” Sudut-sudut keliling suatu lingkaran yang menghadap pada busur yang sama adalah sama besar”.
Diperoleh:
ACD = ABD ¬¬¬¬¬= 25o
karena ACD dan ABD sama-sama menghadap busur AD.
Maka diperoleh BCD = ACB + ACD
ACD = 90o + 25o = 115o
9. Tuliskan dalam bentuk diagram hubungan antar bangun datar segi empat! Dan kerjakan soal berikut!

Dari titik B ditarik garis yang tegak lurus dengan CD. Jika keliling Belah Ketupat adalah 60 cm dan panjang diagonal AC adalah 24 cm, hitunglah panjang BE!
Jawab:

Penyelesaian:
Sisi = Keliling / 4 = 60 / 4 = 15 cm.
Maka AD=DC=CB=BA= 15 cm
Tinjau segitiga ADO
DO2 = AD2 – AO2
= 152 - 122 = 225 – 144 = 81
DO = 811/2 = 9
Maka BD 9 x 2 = 18
Hitung luas segitiga BCD
Dengan alas(BD)= 18 dan tinggi(CO)= 12
L = ½ (a x t)
L BCD = ½ (18 x 12)
= ½ (216)
= 108 cm2
Masih meninjau segitiga BCD
Anggap sekarang CD sebagai alas segitiga BCD dan BE sebagai tingginya
L = ½ (a x t)
L BCD = ½ (CD x BE)
108 cm2 = ½ (15 x BE)
216 cm2 = 15 BE
BE = 216/15
BE = 14,4 cm
10. Tuliskan peta konsep materi matematika di smp yang memerlukan konsep perbandingan, kemudian gunakan untuk mengerjakan soal berikut:
Pak Ahmad membeli handphone di suatu Counter, karena alasan tertentu Pak Ahmad menjual lagi handphone tersebut kepada temannya dengan harga Rp. 1.700.000. Dari penjualan tersebut Pak Ahmad merugi sebesar 15%. Berapakah harga beli handphone tersebut!
Jawab :

Penyelesaian :
Dik : Harga jual : Rp. 1.700.000
Rugi : 15%
Dit : Harga Beli?
Jawab :
Harga beli = harga jual + rugi
Rugi = 15% x Rp. 1.700.000
= Rp.255.000
Maka Harga beli hp tersebut adalah
Harga beli = harga jual + rugi
= Rp.1.700.000 + Rp.255.000
= Rp. 1.955.000
11. Tuliskan dalam bentuk peta konsep materi matematika di smp yang berhubungan dengan persamaan, kemudian kerjakan soal berikut:
Diketahui dua buah bilangan bulat jumlahnya 12 dan selisihnya 4. Nyatakan masalah ini dalam sistem persamaan dan selesaikan dengan metode grafik!
Jawab:

Penyelesaian:
Masalah soal tersebut dapat kita nyatakan dalam bentuk persamaan yaitu :
Kita misalkan bilangan bulat itu adalah a dan b, maka
a + b =12 dan a – b = 4
kita dapat mecari nilai a dan b dengan metode eleminasi, sehingga akan didapat
a + b =12
a – b = 4 –
2a = 16
a = 8 b = 4
Jika kita menggunakan metode grafik maka nilai yang didapat juga akan sama,
Dapat kita lihat di bawah ini :

Sehingga di dapat nilai a = 8 dan b = 4
12. Tuliskan materi prasyarat utnuk mengajarkan peluang di smp, kemudian kerjakan soal berikut:
Sebuah keluarga berencana memiliki 5 orang anak. Berapakah peluang keluarga tersebut memiliki 2 anak laki-laki!
Jawab :
Materi prasyarat peluang :
1. Operasi aljabar
2. bilangan pecahan
3. perbandingan
Penyelesaian :
n(S) = 25 = 32
karena kombinasi untuk 2 anak laki – laki dari kelima anak terdapat 10 yaitu LLPPP, LPLPP,LPPLP,LPPPL,PLLPP,PPLLP,PPPLL,PLPPL, PPLPL,PLPLP
sehingga n(A) = 10
maka peluangnya adalah
=
13. Tuliskan peta konsep bilangan yang diberikan di kelas1 smp, kemudian kerjakan soal berikut!
Perhatikan bilangan berikut!
0,45454545….
1. Buktikan 0,45454545.. dapat diubah menjadi
2. Sederhanakan pecahan
3. Kesimpulan 0,45454545… = …..
Jawab:

Penyelesaian :
1. Kita ubah nilai tersebut kedalam sebuah deret
0,45 + 0,0045 + 0,000045 + 0, 00000045 + …
Kita dapat melihat bahwa deret yang terbentuk adalah sebuah deret geometri, sehingga kita akan dapatkan

Jadi terbukti bahwa 0,45454545… dapat diubah menjadi 45/99
2. Bentuk sederhana dari 45/99 adalah 5/11
3. kesimpulannya bahwa 0,45454545.. = 5/11
Posted in Tak Berkategori | No Comments »